Kasus Penganiayaan Kiai Memanas, Pendekar NU Hanya Tinggal Tunggu Perintah Para Ulama




Lapangan Puser Bumi, Ciperna Kabupaten Cirebon, Minggu (28/1) kemarin, dipenuhi oleh ribuan pendekar Nahdlatul (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa. Kehadiran mereka kali ini bukan tanpa alasan.

Adapun tujuan para pendekar adalah berikrar di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menpora Imam Nachrawi, bahwa mereka siap melakukan pengawalan terhadap para tokoh ulama dan juga kiai dari segala ancaman dan gangguan, seperti dilansir dari laman Jawapos.com.
Tak hanya Panglima TNI dan Menpora, namun Rais Aam PBNU KH Makruf Amin dan Ketua Umum Tanfisziyah PBNU KH Said Aqiel Siraj juga turut menyaksikan langsung ikrar yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabiel Haroen tersebut.
Nabiel Haroen menjelaskan bahwa ada ribuan pendekar NU yang sengaja meluangkan waktu untuk berangkat dari seluruh Indonesia ke Cirebon dengan tujuan menghadiri kegiatan Ijazah Kubro serta Pengukuhan PP Pagar Nusa masa khidmat tahun 2017-2022.
Selain itu, para pendekar kini tengah bersiap menantikan perintah yang diturunkan dari ulama terkit Kiai NU di Cicalengka Bandung Barat yang beberapa waktu lalu mengalami penganiayaan. Kasus tersebut sontak mengundang keprihatinan dari para pendekar NU.
“Kami tunggu perintah dari para kiai. Kapanpun siap bergerak, tentu saja tetap dalam koridor hukum,” jelas Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabiel Haroen pada Minggu (28/1), seperti yang dikutip dari laman Jawapos.com, Senin (29/1/2018).
Menanggapi ikrar tersebut, Rais Aam PBNU Makruf Amin memberikan apresiasi. Pasalnya, ikrar tersebut membuat para ulama NU menjadi jauh lebih tenang dalam melayani umat dan tak khawatir dengan teror yang bermunculan.
“Sudah semestinya para ulama dan kiai dilindungi, karena mereka adalah pewaris para Nabi,” jelas Rais AAm PBNU Makruf Amin yang mendapatkan tanggapan langsung dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait hal tersebut.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, bahwa para pendekar NU turut berperan dalam mengawal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. “Dengan senjata ala akdarnya, kita bisa mengusir penjajah. Ini semua berkat jasa para pendekar NU,” puji Panglima TNI.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU pengiriman pelatih silat antara Pagar Nusa NU dengan Taiping Su Federation, organisasi Pencak Silat dari Tunisia. “Ini menandai kebangkitan silat Indonesia. Nanti pada Agustus, untuk pertama kalinya, silat akan dipertandingkan di Asian Games dan kita menjadi tuan rumah,” jelas Imam Nahrawi. *suratkabar.id. 29 Januari 2018
Kasus Penganiayaan Kiai Memanas, Pendekar NU Hanya Tinggal Tunggu Perintah Para Ulama Kasus Penganiayaan Kiai Memanas, Pendekar NU Hanya Tinggal Tunggu Perintah Para Ulama Reviewed by Slamet Abidin on 30 January Rating: 5